Yakin Nikah adalah sebuah film komedi romansa Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Pritagita Arianegara. Film tersebut dibintangi oleh Maxime Bouttier, Enzy Storia, Jourdy Pranata, Tora Sudiro, Amanda Rigby, Ersa Mayori, Dul Jaelani, Indian Akbar, Tissa Biani, Lukman Sardi, Arya Vasco, Agung Karmalogy, Izabel Jahja, Mike Lucock, Tubagus Ali, Agnes Naomi, Maya Hasan, Rama Michael, Ben Jeffrye, Nadine Emmanuella, Damita Almira, Novita Angie, Arie Dagienkz, Medina, Moza Pramita, Sammaria Simanjuntak, Surya Ardy Octaviand, Sapto Soetardjo, Emmie Lemu, Eko Mulyadi, Agung Sentausa dan Jeffry Tan. Film tersebut dirilis pada 9 Oktober 2025.
Filmnya mengisahkan Niken (Enzy Storia) yang mengaku akan segera menikah dengan kekasihnya, Arya (Maxime Bouttier) ketika mengetahui sang adik, Anggi (Amanda Rigby) sudah dilamar oleh kekasihnya. Kabar tersebut membuat ibu mereka, Ratna (Ersa Mayori) senang karena Niken tidak perlu “dilangkahi” oleh Anggi. Niken akhirnya memang dilamar oleh Arya tetapi dirinya belum yakin bahwa Arya adalah pasangan yang tepat untuknya walaupun mereka sudah berpacaran cukup lama. Arya kerap mengabaikan Niken karena kesibukannya, Niken pun ingin sosok suami dengan kepribadian yang mirip dengan ayahnya, Hendar (Tora Sudiro). Kegundahan Niken bertambah ketika dirinya bertemu lagi dengan Gerry (Jourdy Pranata), mantan kekasihnya sejak SMA yang pernah membatalkan rencana pernikahan mereka. Gerry hadir kembali dalam hidup Niken ketika Niken merasa sendiri, ketika tidak ada sosok Arya di sampingnya. Puncaknya, Niken harus memilih pasangan hidupnya kala Arya dan Gerry mengajaknya menikah dalam waktu yang berdekatan.
Alur ceritanya sendiri terbilang lurus saja, tentang pemikiran seorang wanita di usia yang sudah diekspektasikan untuk menikah. Dengan sentuhan komedi dari para penulisnya, filmnya menghadirkan situasi “memilih pasangan” yang juga melibatkan kedua orang tua Niken dimana setiap dari mereka akhirnya memiliki pilihan berbeda. Sebuah cara yang fun untuk menyiratkan bahwa Hendar dan Ratna memiliki preferensi masing-masing. Pada adegan lain, sisipan komedi yang dibawakan tidak terkesan memaksa atau mengganggu. Cukup diberikan lewat beberapa karakter pendukungnya dalam situasi yang dapat dinikmati penonton (pada momen romantis misal), sehingga identitas komedi pada filmnya tidak pudar.
Rencana pernikahan Niken memang tampak terburu-buru karena keinginannya untuk mengikuti apa yang ibunya percayai. Ratna ingin Niken menikah sebelum Anggi karena pernah mengalami hubungan yang tidak baik dengan kakaknya ketika ia dulu menikah duluan. Keputusan tersebut nantinya mempengaruhi hubungan Niken dengan orang-orang di sekitarnya, apalagi setelah setiap pilihan diambil olehnya. Drama utamanya diisi oleh plot yang berulang dengan urutan Niken memperbaiki hubungan dengan pilihannya, lalu merencanakan detil pernikahan, kemudian batal karena kekurangan salah satu pihak terungkap. Maka itu, stake dari filmnya terasa hadir dua kali.
Aspek karakterisasinya digali selengkap mungkin. Baik Arya maupun Gerry memiliki kekurangan yang membuat Niken ragu. Namun, keduanya memiliki alasan yang dapat dijustifikasi. Arya bukan sepenuhnya lelaki yang mengabaikan pasangan karena pekerjaan pun memiliki keluarga yang sudah cocok dengan Niken. Sementara itu, Gerry memiliki sebuah pertimbangan pelik yang membuatnya dulu meninggalkan Niken. Jourdy sebagai pemerannya pun bisa membangun interaksi yang menyenangkan dengan Enzy sebagai mantan kekasih dari masa sekolahnya. Namun, chemistry






