Nonton Pengepungan di Bukit Duri (2025)
Film dibuka dengan kilas balik ke kerusuhan rasial Mei 1998 di Jakarta yang disebabkan karena isu ekonomi dan korupsi, di mana kekerasan brutal ditujukan kepada etnis Tionghoa akibat stereotipe bahwa semua etnis Tionghoa semuanya kaya. Pada tahun 2009, di sebuah SMA di Jakarta, Panca mencoba memberikan surat cinta kepada Silvi melalui adiknya yang bernama Edwin, namun Silvi yang mendatangi mereka menyuruh Panca untuk langsung mengungkapkan kepadanya dan tidak menerima ataupun menolak. Pada saat kelas, guru menyuruh semua murid untuk pulang akibat adanya kerusuhan. Dalam perjalanan, bis umum yang dinaiki Silvi dan Edwin dihentikan oleh kerumunan masa. Silvi di bawa oleh sekelompok pria dan diperkosa. Panca yang mencoba menolong tidak bisa berbuat banyak, sedangkan Edwin dipukul hingga pingsan. Setelah siuman, Edwin berlari pulang dan menemukan bahwa rumah tempat tinggalnya tengah terbakar hebat.
Pada tahun 2027, Indonesia menjadi sebuah negara yang kacau, di mana diskriminasi terhadap etnis Tionghoa masih sangat kuat. Edwin yang dibesarkan sendirian oleh Silvi kini telah dewasa dan berprofesi sebagai guru SMA. Sebelum meninggal, Silvi telah berpesan kepada Edwin untuk mencari anaknya yang merupakan hasil pemerkosaan 17 tahun yang lalu. Setelah bekerja di lima SMA yang berbeda sebagai guru pengganti, ia melamar kerja di SMA Bukit Duri yang terkenal karena siswa-siswanya yang sangat nakal. Pada hari pertamanya menjadi wali kelas 3F, murid-murid menunjukkan perilaku yang merendahkan Edwin, bahkan seorang murid bernama Jefri melemparkan sebuah kayu pada saat Edwin menulis di papan tulis. Edwin kemudian berkenalan dengan staf sekolah bernama Diana.
Kelompok murid Bukit Duri yang dipimpin oleh Jefri memiliki hobi untuk merundung anak-anak lain yang beretnis Tionghoa. Suatu hari saat sedang berjalan di daerah Pecinan, Edwin menghentikan pengeroyokan yang dilakukan sekelompok orang kepada Kristo. Di kelas, Edwin melihat bakat menggambar Kristo dan saling berargumen dengan Jefri yang menolak tugas menggambar. Geng Jefri kemudian menculik seorang dan menguncinya di sebuah bangunan tidak berpenghuni. Malam harinya, Edwin pergi ke bar khusus etnis Tionghoa bersama dengan Diana. Sepulangnya dari sana dan mengantar Diana, seorang laki-laki bertopeng menyerang Edwin dengan menggunakan pisau. Edwin berhasil melawan balik dan menikam kaki penyerangnya tersebut. Saat melarikan diri, terungkap bahwa penyerang tersebut adalah Jefri.
Keesokan harinya, Jefri dipanggil oleh kepala sekolah dan terbukti bersalah sebagai pelaku penyerangan Edwin, sehingga menyebabkan dirinya dikeluarkan dari sekolah. Sebagai persiapan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, Edwin meminta Kristo untuk membantunya mendekorasi ruangan sekolah pada hari libur sekolah. Di hari tersebut, kerusuhan anti-Tionghoa kembali terjadi di seluruh Jakarta, mirip seperti yang terjadi pada tahun 1998 dan tahun 2009. Geng Jefri menggunakan kesempatan tersebut dengan mendatangi sekolah sambil membawa senjata. Edwin, Diana, Kristo dan Rangga berlindung ke ruang aula sekolah. Ayah dari Rangga datang ke sekolah untuk menjemput yang dipersilahkan masuk oleh geng Jefri. Setelah sampai di depan aula, ayah Rangga dipukul oleh Jefri dan teman-temannya dan mengancam akan membunuhnya bila Rangga tidak segera keluar. Gerry kemudian mulai menyiksa ayah Rangga. Edwin bernegosiasi dengan Jefri, dengan mengatakan padanya bahwa dia akan keluar dari aula bila kelompoknya setuju untuk menjauh dari pintu. Edwin langsung memasukkan ayah Rangga ke dalam aula dan kemudian melakukan negosiasi ulang, di mana dia baru akan keluar setelah Rangga dan ayahnya keluar dari sekolah dengan selamat. Rangga dan ayahnya berjalan keluar namun ditangkap oleh geng Jefri, sementara Edwin, Diana dan Kristo masuk kembali ke dalam aula. Jefri akhirnya membakar ayah Rangga hingga tewas. Rangga yang mencoba melarikan diri juga dibunuh oleh Gerry.
Edwin berterus terang kepada Diana mengenai alasannya menjadi guru di sekolah tersebut adalah untuk mencari keponakannya. Dia kemudian masuk ke lorong udara toilet aula dengan tujuan untuk mematikan pengacak sinyal yang ada di ruang security. Di tempat lain, Jefri membunuh dengan brutal pada saat Sim pergi ke toilet. Gerry kemudian akhirnya menggunakan obor tiup untuk merusak pintu aula, di mana Kristo dan Diana pergi melarikan diri melalui lorong udara yang sama yang dilewati Edwin sebelumnya. Edwin berhasil menaklukkan Reihan dan Anto, dan secara tidak sengaja membuat Gerry terjatuh dan tewas saat menyerangnya. Di laboratorium, Kristo mengungkapkan pada Diana bahwa dirinya bukan keponakan Edwin, karena dia tahu pasti orang tua kandungnya dan dia lahir di Malaysia. Edwin kemudian bertarung dengan Jefri, di mana Edwin akhirnya berhasil melumpuhkannya. Culap, Jay, Dotty yang tiba saat itu memilih tidak membantu Jefri karena tidak mau dikaitkan dengan berbagai pembunuhan yang telah terjadi dan memutuskan meninggalkan Jefri dan Edwin. Jefri akhirnya tewas terbunuh. Tidak lama kemudian gerombolan masa menyerbu sekolah dan menjarah barang-barang. Saat berjalan keluar, Edwin melihat video yang diberikan Kristo mengenai Jefri yang memiliki dendam kesumat kepada etnis Tionghoa karena dirinya merupakan anak hasil pemerkosaan 17 tahun lalu. Edwin menyelamatkan diri tepat pada waktunya dari serbuan masa dengan menumpang mobil yang dikendarai oleh Panca, sementara itu seorang anak menemukan dan membebaskan anak yang disekap geng Jefri.






